Postingan

RANGKUMAN PEMBAHASAN SUPRASEGENTAL

  UNSUR SUPRASEGMENTAL (TEKANAN, NADA, JEDA DAN DURASI)     Nama: Sovia Az-Zahra Nim: 1252120026 Program Studi: Tadris Bahasa Indonesia Mata Kuliah: Fonologi Topik: Unsur Supragmental (Tekanan, Nada, Jeda, dan Durasi). Hari-Tanggal: Selasa, 14 April 2026, Jam: 06.50-09.20, Ruang: B-11 Dosen: Dr. Ahmad Syaeful Rahman, M.Pd., CPM, CPArb. Email Dosen: ahmadsr@uinsgd.ac.id   1.       Ringkasan Materi (Summary)   Dalam kajian fonologi, bunyi bahasa tidak hanya dilihat dari fonem saja, tetapi juga dari unsur suprasegmental yang menyertainya. Unsur ini tidak berdiri sendiri, melainkan melekat pada rangkaian bunyi dan berperan penting dalam memperjelas makna, emosi, serta maksud penutur dalam komunikasi lisan. Unsur suprasegmental mencakup beberapa komponen utama, yaitu tekanan, nada (intonasi), durasi, dan jeda. Keempatnya bekerja bersama membentuk irama serta ekspresi dalam tuturan, sehingga makna yang disampaikan...

Rangkuman FONETIK FONASI

  MEMAHAMI HAKIKAT FONETIK, JENIS FONETIK, JENIS ALAT BICARA DAN TERJADINYA FONASI     Nama               : Sovia Az-Zahra Nim                 : 1252120026 Program Studi : Tadris Bahasa Indonesia Mata Kuliah    : Fonologi Topik               : Memahami Hakikat Fonetik , Jenis Fonetik, Jenis Alat Bicara, dan Terjadinya Fonasi Hari-Tanggal   : Rabu, 31 Maret 2026, Jam: 08.30-09.20, Ruang: B-11 Dosen              : Dr. Ahmad Syaeful Rahman, M.Pd., CPM, CPArb. Email Dosen    : ahmadsr@uinsgd.ac.id   1.       Ringkasan Materi (Summary) Fonetik merupakan cabang ilmu linguistik yang mengkaji bunyi bahasa secara ilmiah, terutama dari proses terbentuknya, sifat bunyi, hingga cara bunyi tersebut diterima oleh pendengar. Kajian ini tidak m...

RESUME KEDUDUKAN FONOLOGI

  RESUME PERKULIAHAN NAMA                    : SOVIA AZ-ZAHRA NIM                        : 1252120026 JURUSAN              : TADRIS BAHASA INDONESIA MATA KULIAH     : FONOLOGI BAHASA INDONESIA TOPIK                    : KEDUDUKAN FONOLOGI DALAM SISTEM BAHASA HARI, TANGGAL : RABU, 11 MARET, JAM: 08.00, RUANG: TATAP MAYA DOSEN                  : Dr. Ahmad Syaeful Rahman, M.Pd., CPM, CPArb. & Dr. Diki Mutaqin, S.Pd., M.Pd.  EMAIL DOSEN     : ahmadsr@uinsgd.ac.id 1. RINGKASAN MATERI (SUMMARY) Jika kita telusuri asal-usulnya, kata fonologi itu berasal dari bahasa Yunani yaitu phone (bunyi) dan logos (ilmu). Jadi fonnologi bisa diartikan sebagai ilmu yang membahas mengenai bunyi-bunyi dalam bahasa.  Dalam dun...

OPINI MENGENAI KENAIKAN PAJAK 2025

  OPINI MENGENAI ISU PAJAK YANG DI TERAPKAN PEMERINTAH KARENA APBN MINUS 31,3 TRILIUN     Di lansir dari situs https://www.cnnindonesia.com  Sri Mulyani menegaskan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI pada 14 November 2024 bahwa rencana kenaikan PPN menjadi 12% akan tetap dilaksanakan mulai 1 Januari 2025, sesuai amanat UU.     Kenaikan pajak yang diterapkan pemerintah karena APBN mengalami minus sebesar Rp31,3 triliun merupakan langkah yang memunculkan pro dan kontra. Dari sisi positif, kebijakan ini dapat membantu menutup defisit negara, menjaga kestabilan fiskal, dan memastikan pembiayaan pembangunan serta program sosial tetap berjalan. Dengan penerimaan pajak yang lebih tinggi, pemerintah memiliki ruang untuk membiayai infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan subsidi yang penting bagi masyarakat.     Kenaikan pajak dengan alasan APBN defisit Rp31,3 triliun menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat: kenapa rakyat lagi yang harus menanggu...

Opini mengenai isu "korupsi kuota haji 2024"

  Isu Mengenai "KASUS KORUPSI KUOTA HAJI 2024"    Temen - temen, sekarang kasus ini mulai booming lagi di dunia maya tau, alasan saya memilih kasus ini karena sudah maraknya kasus KORUPSI di Indonesia, sepertinya sekarang sudah terasa mustahil apabila tidak ada korupsi di suatu tempat, bahkan KUOTA HAJI pun di korupsi, padahal itu sudah menyangkut ibadah dan agama lohh.     Di kutip dari https://beritasatu.com bahwa kasus ini mulai muncul pada tahun 2024, pada saat itu, publik dikejutkan dengan temuan dugaan korupsi terkait pembagian tambahan 20.000 kuota haji yang diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi. Berdasarkan ketentuan UU No. 8 Tahun 2019, mayoritas kuota seharusnya diperuntukkan bagi jemaah reguler (92%), sementara hanya 8% dialokasikan untuk haji khusus.     Namun, keputusan melalui SK Menteri Agama Nomor 130 Tahun 2024 mengubah komposisi tersebut menjadi setara, yakni 50% untuk jemaah reguler dan 50% untuk haji khusus. Kebijakan ini memicu kerug...